6 Hal Menuju Cinta Terencana


Cinta Terencana pernah dengar?, Masa remaja adalah yang paling indah dan dimana itu  kita paling suka mengekspresi diri dan mencari jadi diri, kadang memang sudah ada kenakalan-kenakalan yang kita buat tapi terkadang kenakalan itu membuat kiat lebih maju dan ada juga yang membuat kita terpuruk.

Bagaimana pun kita menyikapi sikap masa remaja kita disitu juga kita harus membayarnya, kali ini saya ingin membahas tentang “Cinta Terencana” ya mungkin sedikit naif dizaman seperti ini kalo kita memikirkan soal cinta apalagi harus direncanakan, tapi jangan salah mungkin sekarang kita bilang ini terlalu naif atau roman picisan tapi saat waktunya tiba kita akan berfikir ulang saat mengatakan hal tersebuh. Dizaman seperti ini banyak sekali hal negatif tanpa kita sadari ada dibelakang dan sekitar kita seperti sex bebas, narkoba, miras dan perselingkuhan.



Sepertinya pola pembicaraan kita sudah menjurus nih tapi tenang akan saya buat sesimpel mungkin tentang Cinta Terencana, sebelumya saya akan bercerita tentang diri saya, saya mulai menikmati masa remaja saat usia 15 tahun, yap masih tergolong sangat muda diusia itu saya mulai dengan yang namanya merokok, nyimeng dan main sepulang dari sekolah, beranjak usia 17 tahun sudah mulai main ke diskotik untuk dugem dan disitu mengenal “Alkohol dan Sex bebas”. 

Tapi alhamdulilah saat usia itu tuhan masih menyelamatkan saya untuk tidak terjerumus lebih dalam lagi, banyak kawan-kawan saya pergi dugem dan minum hanya untuk mencari kesenangan yang semu, mencari penglapiasan karna tidak adanya perhatian dari keluarga mereka, orangtua yang sibuk kerja dengan dalil untuk masa depan mereka mencari uang yang banyak agar mereka bisa sekolah setinggi mungkin, tapi bagi kami para anak uang memang bisa membeli segalanya tapi tidak bisa membeli waktu dan uang.

Dari situ saya sadar jika saya makin terjerumus ke dalam dunia remaja yang minus saya akan mencetak generasi baru yang mungkin tidak jauh dari apa yang saya alami. Kenapa saya bilang seperti itu, karna nantinya diusia saya yang masih belia bisa terkena sex bebas, hamil melahirkan dan tidak tau harus kemana setelah itu karna kita belum mempunyai wawasan yang luas karna usia kita yang masih sangat muda.

Cinta Terencana saya akan kasih beberapa poin yang mungkin nanti setelah membacanya kalian akan berfikir dua kali untuk menikah muda dan tanpa Cinta Terencana. Dan ada baiknya kita membuat rencana pada hidup kita agar terciptanya generasi maju dan siap bersaing kedepanya.



Kalian tau ngga apa itu GENRE, GenRe adalah sebuah program dari BKKBN. GenRe itu kepanjangan dari Generasi Berencana.

“Salam Genre dengan mengacungkan tiga jari (jari tengah, jari manis, jari kelingking) kemudian telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, ini bukan sekedar lambang salam, namun simbol dengan makna besar,”




6 Poin-poin yang harus kamu miliki, Menuju Cinta Terencana : 
  1. Berpendidikan, poin ini sangat penting karena kamu harus mencari kerja bertujuan untuk mencari uang dan menafkahi keluargamu kelak, tapi bukan sembarang lulus sekolah dizaman serba maju ini minimal kamu sudah kuliah dan tamatan S1.
  2. Sudah Bekerja, bekerja dengan gajih yang lumayan itu termaksud poin yang cukup penting, dengan bekerja dan menghasilkan banyak uang kamu bisa membahagiakan orangtua, saudara dan diri kamu sendiri. setelah  ke tiga orang tersebut kamu bahagiakan uangnya bisa kamu tabung untuk bekal rumah tangga kedepanya.
  3. Usia yang Ideal, pasti kamu akan bertanya memang perlu ya kita menentukan usia untuk menikah, jawabanya "Sangat Perlu" karna di usia ini kita akan tau harus bersikap seperti apa kita. Untuk perempuan usia 21 tahun sudah cukup untuk menikah, selain usianya yang sudah dewasa rahimnya pun sudah cukup matang untuk di buahhi. Sedangkan Laki-laki usia 25 tahun sudah cukup dewasa saat menikah, karna usia ini sudah bisa mengambil keputusan dan rasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga kelak.
  4. Finasial yang stabil / Tabungan, Kalo kalian baca artikel ini dari atas pasti menyimak kita menikahi laki-laki harus mereka yang meniliki tabungan dan begitu juga perempuan harus memiliki cukup tabunga. Mengapa?? karna setelah menikah kita pasti memiliki anak dan anak itu perlu biaya dalam membesarkanya dari soal pakaian, makanan dan biaya sekolah. Kalo kita sudah mempunyai anak tapi masih sibuk mencari uang diluar siapa yang akan menjaga dan memberi perhatian pada anak kita, jika mereka lepas dari pengawasan yang ada nanti mereka salah bergaul bisa-bisa ke free sex dan narkota. dan disini kita menciptakan generasi yang kacau untuk kedepanaya.
  5. Persiapkan Mental, Menikah bukanlah perkara yang mudah, karena saat kamu akan berhadapan dengan orang yang memiliki pola pikir yang berbeda. Mungkin saja akan ada banyak permasalahan yang akan timbul. Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk menikah di usia yang masih terbilang muda, pastikan dahulu bahwa mentalmu sudah cukup kuat jika nantinya akan terjadi banyak badai yang menerpa pernikahanmu.
  6. Komitmen, Bukan hanya cinta, namun pernikahan juga perlu komitmen yang kuat. Cinta bisa saja hilang saat nanti seiring berjalannya waktu, namun jika kamu dan pasangan memiliki komitmen yang kuat, pasti akan tetap bisa bersama. Ingat bagaimana perjuangan kamu sebelum menikah dengannya, dan ingat juga janji yang kamu dan pasangan ucapkan saat pernikahan, sebagai hal yang bisa memperkuat pernikahan kalian.
Sudah baca 6 cara jitu menuju Cinta Terencana, kalo kalian bilang ini rumit dan banyak aturan wiss kalian salah karna pada dasarnya saat kita sudah di TKP (sudah posisi menikah) akan jauh lebih rumit dari poin-poin diatas karna kalian akan bertemu dengan emosi, egoisan, senang dan sedih tanpa kalian tau kapan datangnya hal tersebuh.



Beberapa hal yang saya bahas diatas bukan hanya cibiran saya semata ya, sebagian besar adalah pengalaman hidup saya dan sebagain lagi saya dapat dari temu Blogger bersama BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Indonesia).

Banyak ilmu yang kami para Blogger dapat dari ketiga narasumber hari ini, Ibu Eka Sulistya Ediningsih Selaku direktur Bina remaja BKKBN, Ibu roslina Verauli Psikolog dan Mba Resi prasasti Blogger.

Kesimpulan dari acara ini adalah mari kita menjadi keluarga yang saling mendukung dan berikan cinta kasih kepada keluarga kita komunikasi dua arah sangat penting dalam menjalain satu hubungan.

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Komentar

  1. setuju banget kakak karena dengan cinta keluarga kita jauh lebih indah dan bahagia

    BalasHapus
  2. Harus siap lahir batin ya untuk menuju pernikahan menjadi sebuah keluarga baru

    BalasHapus
  3. Membangun rumah tangga emang ga mudah sih, apalagi kalau kedua belah pihak masih usia dini aduh yg ada egois berat.

    BalasHapus
  4. Masa remaja yang kita lewati saja penuh tantangan dan godaan bagaiman nanti anak-anak kita ya? Perlu pengawasan dan ilmu untuk mendidik mereka agar tidak salah langkah.

    BalasHapus
  5. Sama sama egois bikin bentrok dan konflik makin memanas dengan adanya usia muda yang emosinya naik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayangi Anak Dengan Makanan Bergizi Seimbang, Untuk Mencegah stunting dan Gizi Buruk

Manfaat Berolahraga bagi tubuh