Tuberkulosis Pada Wanita Hamil, Amankan Bagi Janin



Tuberkulosis (TBC) Pada Wanita Hamil, jujur saya tidak menyangka jika teman saya bisa terkena penyakit TB. Padahal pola hidupnya sanggat sehat, yang mengejutkan saat proses penyembuhan TB sekarang dia sedang Hamil 6 minggu lalu bagai mana dengan janinnya pakahan akan tertular oleh penyakit TB si Ibu atau tidak??.

Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat menyajikan tantangan besar untuk pasien. Terlebih bila pasien sedang hamil. TB harus menjadi perhatian bagi wanita sebelum konsepsi (pembuahan), selama kehamilan dan pada periode menyusui.

Ibu Hamil Penderita TB Perlu dukungan Pasangan & keluarga


Pada Wanita Hamil, terkadang diagnosis TB selalu datang terlambah. Hal ini karena sebagaian besar gejala TB sama persis/menirukan gejala kehamilan. Seperti nafsu makan berkurang, lesu, cepat lelah sehingga sering di abaikan oleh perempuan hamil dan juga dokter, anggota keluarga lainya. Mereka hanya bilang “Biasa wanita hamil semua seperti itu”.

Apakah itu Tuberkulosis ??

  • ·         Dikenal dengan nama TBC
  • ·         Penyakit menular langsung
  • ·         Dosebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis)
  • ·         Dapat disembuhkan
  • ·         Bukan disebarkan oleh guna-guna atau kutukan/ kutukan penyakit keturunan.
  • ·         Sebagian besar kunam TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ atau kebagian tubuh lainya (misalknya : tulang, kelenjar, kulit dll).
  • ·         TB dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif/ masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak.
  • ·         TB dapat menyebabkan kematian bila tidak diobati dengan segera.

Jika wanita hamil mengalami batuk terus-menerus selama 2 minggu, makan harus segera kedokter kemungkinan besar menderita TB. Wanita hamil harus melakukan beberapa tes diantaranya tes darah dan tes dahak, jika di perlukan lakukan juga Sinar X. Tapi saat melakukan Sinar X harus melindungi janin dengan perisai timbal di atas perut untuk mencegah efek bahaya dari radiasi.

Apakah Janin akan tertular penyakit TB dari sang ibu?

Mungkin ini adalah satu hal yang di kawatirkan oleh calon ibu penderita TB, apakah bayi saya akan mempunyai penyakit yang sama dengan yang saya alami saat ini. Jawabanya adalah tidak, karna janin di dalam kandungan terlindungi oleh selaput makan tidak ada udara yang bisa masuk, terlebih lagi saat janin di dalam kandungan belum bernafas dia akan bernafas ketika sudah mulai dilahirkan kedunia. Jadi penyakit TB pada ibu tidak akan berpengaruh pada janin, tapi yang harus kita kawatirkan adalah saat bayi sudah terlahir ke dunia. Ibu harus menggunakan masker saat proses pemberian Asi pada bayi, pemberian Asi sanggat aman pada bayi.

Bayi bisa tertular virus TB hanya jika ibunya memiliki TB aktif pada paru-paru dan belum mulai menjalani proses pengobatan, jadi ada baiknya saat kita didiaknosa penyakit TB lekas di sembuhkan jangan malu untuk berobat. Jika ibu sudah menjalani pengobatan selama 2 minggu, ia tidak akan menularkan virus TB pada bayinya. Saat lahir bayi juga akan diuji apakah ada virus TB dan bayi juga akan di beri vaksin BCG untuk melindungi terhadap TB.

Bagaimana Ibu Hamil Menjaga Kesehatanya Setelah Didiagnosa TBC??.

·         Mendapatkan udara segar
·         Minum obat sesuai resep dokter
·         Makna diet seimbang
·         Sering konsultasi pada dokter
·         Melaporkan setiap efeksamping/keluhan yang terjadi
·         Menjaga kebersihan pribadi dengan baik
·         Pastikan mencucitangan secra teratur dan menutup hidung dan mulut ketika batuk





Kita juga harus tau apa saja gejala-gejala pada penderita TBC, jika nanti kita mendapatkan gejala yang sama makan harus segera pergi ke dokter atau Puskesmas terdekat karana pengobatan untuk penderita TB GRATIS. Jika Batuk terus menerus hingga 2 minggu, deman meriang tidak terlalu tinggi, batuk berdahak kadang bercamput darah, Nyeri pada bagaian dada, nafsu makan berkurang, keringat dingin dan berat badan turun sebaiknya bawa ke dokter ya. Tapi ingat janagan tunggu semua gejala itu ada setidaknya 2 diantaranya.


Temu Para Bologger Mari Kita TOSS TB


Dukungan pasangan dan keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan sakit TB, selalu dampingi pasien dan janagn pernah lelah mengingatkan pasien untuk meminum obatnya secara teratur. Karna dukungan keluarga sangat penting agar pasien lekas sembuh dari sakit TB, Mari kita bersama-sama lakukan #TOSSTBC (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh)

Komentar

  1. Repot ya kalau bumil yang kena tbc. Mana harus makan obat tanpa boleh putus

    BalasHapus
  2. Aku setuju banget bahwa dukungan suami dan keluarga terdekat untuk ibu hamil yg menderita TB paru ini sangat penting terutama peran nya u/ selalu mengingat si Ibu untuk ruyin konsumsi obat dan menjaga kesehatan nya

    BalasHapus
  3. TBC itu hrs rutin minum obat dn perlu suppot Keluarga bagi pnderita biar bisa sembuh, mdh2an kita semua terhindar dr penyakit ini ya mba,,,,,

    BalasHapus
  4. Ya ampun kasian ya lagi hamil kena TB. Penyakit yg cukup berat dan harus rutin minum obat. Semoga cepat sembuh buat temannya.

    BalasHapus
  5. Dahulu banyak org parno dgn penyakit ini. Namun kini dgn pengobatan rutin dan tuntas penyakit ini bs di sembuhka

    BalasHapus
  6. Semoga teman mbak Echi sehat-sehat ya selama kehamilan. Lega deh dengarnya kalau pengobatan TB tidak berefek ke kehamilan. Obatnya khusus.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah janin tidak otomatis tertular TBC ya mba, semoga ibu yang hamil bisa cepat sehat dari TBC sehingga tidak ada penularan degeneratif

    BalasHapus
  8. Semoga Indonesia berhasil ya eliminasi TBC 2030. Indonesia bebas TB

    BalasHapus
  9. Aku jadi makin pahan tentang TB dan bahayanya. Makasih ya mba echi

    BalasHapus
  10. Wah bun, dulu waktu hamil Erysha yang ke 7 bulan. Saya didiagnosa oleh dokter terkena TB. Sedih n kayak ga percaya gitu. Tetapi, allhamdulillah setelah masa penyembuhan slama 6 bulan. Tb nya dikatakan sembuh n allhamdulillah ga nular ke Erysha

    BalasHapus
  11. Aku juga waktu hamil Erysha 7 bulan, didiagnosa TB mba ama dojter. Rasanya sedih n khawatir juga karena takut nularin ke Erysha waktu bayinya. Bahkan Erysha masih bayi, aq suka gunain masker di depan Erysha. Padahal kata dokter udah ga perlu pk masker lagi. Gara2 saking parnonya saya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayangi Anak Dengan Makanan Bergizi Seimbang, Untuk Mencegah stunting dan Gizi Buruk

Mendadak Belajar Bahasa Jawa, Di Kedai Bakso daerah Tebet