Menyiapkan 1000 HPK Untuk Mencegah Stunting

Pagi itu setelah mengantarkan anak-anak kesekolah saya dengan semangat melangkahkan kaki dengan  menyusuri jalanan trotoar untuk mencari bis yang ke arah TMII tepatnya kita akan ke Hotel Santika, Mendapatkan undangan dari NUB, Saya dan teman-teman Blogger lainya mendapat kesempatan untuk mengetahui "Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan". Kedatangan saya 90 menit lebih awal dari jadwal yang di tetapkan sambil menunggu menikmati secangkit teh hangan pengan pemandangan hotel.



Stunting adalah kondisi tubuh yang lebih pendek dari seharusnya untuk umumnya. Tetapi, makna dari stunting bukan semata pada ukuran fisik yang pendek, tetapi lebih pada konsep bahwa proses terjadinya stunting bersamaan dengan proses terjadinya hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ lainya, termaksus otak, jantung, paru-paru dan organ lainnya.

Hasil berbagai penelitian mengerucut pada suatu fenomena, yaitu bahwa risiko terjadinya PTM (Penyakit Tidak Menular) berawal sejak seseorang berada didalam kandungan, yang didasarkan pada bukti-bukti bahwa mereka yang Lahir dengan berat badan yang kecil lebih banyak yang menderita penyakit khronis. Bayi yang lahir dengan berat dan panjang badan yang rendah mengindikasi bahwa bayi telah mengalami hambatan pertumbuhan selama di dalam kandungan. Bukti selanjutnya menunjukan bahwa, tidak hanya di dalam kandungan tetapi pengaruh tersebut berlanjut juga sampai usia 2 tahun. Periode inilah yang disebut sebagai Preiode 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu kira-kira 270 hari selama di dalam kandungan dan 730 hari selama 2 tahun pertama kehidupan. 




Kita akan mencari tau lebih dalam tentang pentingnya 1000 HPK dan kapan kita bisa mulai melaksanakan 1000 HPK, Hari ini ada tiga narasumber yang akan berbagi ilmu kepada rekan-rekan Blogger lainya :
Endang L. Achadi, Prof, DR, MPH, DrPH
Tirta Prawitasari, Dr, MSc, DR
Yustina Anie Indriastuti, DR, Dr. MSc, SpGK


Mengenal 1000 HPK

1000 HPK bisa kita terapkan pada anak perempuan pada usia remaja, Remaja Putri merupakan kelompok yang akan menjadi seorang ibu. Oleh karena itu status kesehatan dan status gizi remaja dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya apa bila dia hamil.



Dulu waktu sebelum menikah saya  diundang terlebih dahulu ke penataran, yang dibahas salah satunya memenuhi gizi yang baik dan benar untuk calon ibu kelak, bagai mana berhubungan suami istri yang benar. Jadi intinya kit harus banyak tau dan banyak baca saat kita untuk memutuskan menikah ya.

Calon ibu yang pendek, ibu yang kurus sebelum kehamilan dan ibu Anemia merupakan faktor-faktor yang sangat penting pengaruhnya. Anemia pada ibu hamil merupakan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya prematuritas dan Restriksi pertumbuhan intra-uterin (IUGR/Intra Uterine Growth Restriction), dan meningkatkan resiko terjadinya anemia pada bayi di usia dini. Jadi oleh karena itu, seorang calon ibu seharusnya tidak anemia dan tidak kurus.

Stunting, atau tubuh yang lebih pendek dari seharusnya untuk umumnya, biasanya terjadi bila bayi/anak mengalami kekurangan gizi yang berulang dan khronis, terutama bila terjadi pada usia dini kehidupan. Bayi yang dilahirkan dengan panjang badan kurang dari 48 cm maka bayi tersebut termaksud pendek atau stunting untuk umurnya.

Bila bayi tersebut panjang badan dan berat badanya rendah tetapi ringan, dan setelah lahir mendapatkan Asi eksklusif sampai bayi usia 6 bulan dan setelah usia 6 bulan mendapatkan makanan pendamping Asi yang adekuat, maka pertumbuhan bayi tersebut bisa saja mengejar ketertinggalanya, dan tumbuh dengan baik.

Pertumbuhan dan perkembangan otak sebagain besar terjadi pada periode 1000 HPK. Bila terjadi kekurangan gizi yang khoronis maka jumlah sel-sel otak yang terbentuk lebih sedikit dari yang seharusnya, sehingga fungsinya terganggu. Namun, setelah 2 tahun masih ada fungsi-fungsi yang masih berkembang, sehingga ada peluang untuk memperbaiki fungsi kognitif, melalui stimulasi dan asupan gizi yang baik, walaupun peluang tersebut lebih kecil dibandingkan perbaikan pada periode 1000 HPK.

 Dari ulasan diatas, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
  • Masalah gizi di Indonesia terjadi sejak usia dini, masalah gizi lebih besar pada kelompok miskin
  • Tingginya penyakit tidak menular terutama pada kelompok miskin, mengindikasikan bahwa bukan gaya hidup dan bukan keturunalah yang memegang peranan. Empat PTM terkait gizi menjadi penyebab utama kematian. Tingginya PTM ini paralel dengan besarnya masalah gizi di usia dini.
  • Kemampuan kongnitif atau kecerdasan yang rendah juga parallel dengan besarnya masalah gizi di usia dini.
  • Memperbaiki masalah gizi sejak dini, yaitu kelompok periode 1000 HPK (Ibu, Bayi 0-2 tahun) dan kelompok yang akan menjadi calon ibu (remaja puteri) merupakan keharusan karena terkait dengan kualitas bangsa di masa mendatang.

 Memperbaiki Gizi pada anak usia 0-24 Bulan




Pengaruh periode 1000 HPK (yaitu periode janin di dalam kandungan sampai usia anak 2 tahun), khususnya pada kehamilan hingga anak usia 24 bulan. Pada usia 0-24 bulan ibu dihadapkan pada masalah pemenuhan asupan gizi. Dan pada usia tersebut terjadi transisi moda pemberian makanan yang berawal dari Asi eksklusif atau ASi saja selama 6 bulan pertama menuju kepada makanan keluarga.

Kalian harus tau apa itu HPK ??
Yaitu kehidupan dari 9 bulan di dalam kandungan (9 bulan x 30 hari =270 hari) ditambah 2 tahun pertama setelah lahir (2 tahun x 365 hari = 730 hari) - 270 + 730 + 1.000 Hari
Jadi 1.000 HPK iru mulai dihitung saat bayi dalam kandunganya, bukan saat mereka sudah lahir.

Lalu bagai mana apakah bisa kita memperbaiki semua masalah yang kita buat jika kita sudah terlanjur teledor dalam 1.000 HPK?? Jabawanya kita coba memper baiki asupan nutrisinya dengan cara memberikan makanan yang segizi dan seimbang.



Variasi makanan sangat penting karena setiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Dengan memberikan makanan yang bervariasi maka anak berpotensi mendapatkan asupan zat gizi yang cukup dan lengkap. Tidak ada satupun jenis makanan yang memiliki segala yang dubutuhkan anak, perlu kombinasi dari berbagai bahan lainya.

Dalam panduan praktek pemberian makanan pada bayi dan anak yang dikeluarkan oleh WHO, terdapat syarat keanekaragaman makanan minimal yang harus dipenuhi agar MP Asi dianggap memiliki keragaman yang cukup (Minimun Dietary Diversity) yaitu apabila terdapat 4 dari 7 jenis makanan berikut :
  1. Bahan makanan sember karbohidrat (zat pati) padi-padian, gandum, umbi dan batang.
  2. Kacang-kacangan
  3. Susu dan produk susu
  4. Telur
  5. Daging hewan (ayam, sapi, ikan dll)
  6. Buah dan sayuran kaya vitamin A
  7. Buah dan sayuran lainya.
Bunda sebaiknya selalu menambahkan produksi hewani ke dalam makanan sehari-hari seperti daging, ikan dan telur. Produk hewani menyediakan zat besi dan zinc yang mudah diserap oleh tubuh, jauh lebih baik daripada produk nabati. Beriakan juga makanan yang kaya akan kalsium untuk menjamin pertumbuhan tulang dan gigi.

Bunda hati ayam, sapi dan hasil laut sangat bagus untuk bayi dan anak-anak, sedangkan untuk memenuhi kalsiumnya apa pada ikan teri yang dimakan bersama dengan tulangnya juga produk dar susu seperti keju dan yogurt.

Pentingnya 1.000 HPK kita terapkan sedari sekarang Bunda lebih baik kita mencegah dari pada harus mengobati. Jadi pastikan keluarga tercinta kita mendapatkan hak mereka dengan mengkomsumsi makanan dengan gizi yang seimabang untuk masa depan mereka kelak





Komentar

  1. Wah ulasannya komplit, makasih ya mba..

    BalasHapus
  2. Rain 3 bulan lagi masuk usia 2 tahun so aku harus maksimal banget yah di 3 bulan ini krn 1000 HPK akan segera terlampaui ... Thank you Bun info nyaaa

    BalasHapus
  3. Sangat penting yah memberikan nutrisi terbaik di 1000HPK, makasih infonya bun

    BalasHapus
  4. 1000 HPK memang harus menjadi concern kita sebagai orang tua. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi yang peduli dan menerapkan Gizi Seimbang.

    BalasHapus
  5. Alhamdulilah selalu diberikan kesehatan dari awal kehamilan hingga fase melahirkan, 1000HPK rupanya penting ya bagi seorang IBU.

    BalasHapus
  6. Sering banget saya mendapat informasi tentang peran penting 1000 HPK. Yg berpengaruh pada asupan gizi dan tumbuh kembang anak

    BalasHapus
  7. Aku setuju banget kalo 1000 hari pertama dalam hidup anak anak kita itu penting banget sebagai penentu masa depan mereka, jadi sebagai ibu kiuta harus menyiapkan yang terbaik untuk 1000 hari pertama kehidupan anak-anak kita yaaa

    BalasHapus
  8. 1000 HPK itu penting banget ya. jujur nih, aku agak agak sikit lupa masa masa itu. soalnya sudah lama sekali. dan baca ini jadi mengingatkan kmebali deh, mana tau nanti dikasih rezeki lagi hehe

    BalasHapus
  9. setelah mendengarkan materi dari narsum, 1000 HPK perlu diperhatikan biar ibu dan anaknya menjadi sehat.

    BalasHapus
  10. 1000hpk bnar harus diperhatikan ya dulu waktu punya baby gk kepikiran konsen kesitu tapi alhamdulilah asupan gizi seimbang terpenuhi jadi ngga worry u.perkembangan kidos

    BalasHapus
  11. Bener banget ya untuk anak jangan asal sembarangan akan kekurangan gizi. 1000HPK memang sangat penting.

    BalasHapus
  12. Jelas kita harus aware di 1000 hari pertama HPK, banyak permasalahan yg timbul diakibatkan dari teledornya seorang ibu hamil atau menganggap sepele. Jadi informasi ini penting banget untuk disebar luaskan.

    BalasHapus
  13. Gizi dalam setiap makanan sangat penting ya untuk tumbuh kembang anak sejak dlm kandungan ternyata, bagus infony

    BalasHapus
  14. Penting sekali ya untuk jaga asupan gizi ibu hamil dan bayi sampai usia 2 tahun agar terhindar dari Stunting

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah dapat info yg menarik Dan ini penting jg untuk Masa depan anak anak kita

    BalasHapus
  16. Aku lagi stok ati ayam buat ditumis. Rasanya enak, gampang diolah, kaya zat besi, dan yang penting murce. Hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayangi Anak Dengan Makanan Bergizi Seimbang, Untuk Mencegah stunting dan Gizi Buruk

Mendadak Belajar Bahasa Jawa, Di Kedai Bakso daerah Tebet