Jangan Takut pap Smear Untuk Mencegah Kanker Serviks


Assalamualaikum... Kali ini saya mau bahas tentang bahayanya Kanter Serviks, Penyakit kanker serviks ini  sudah cukup lama menjadi buah bibir di masyarakat tapi minimnya pengetahuan yang mereka dapat membuat sedikit masyarakat yang acuh akan hal tersebut padahal penyakit ini paling banyak diderita oleh kaum wanita di Indonesia. Menurut data HPV Center, kanker serviks merupakan jenis kanker kedua tertinggi yang ditemukan pada pasien wanita di Indonesia.

Kanker Serviks tidak memiliki gejala, mereka datang secara tiba-tiba, lalu bagai mana kita mencegah dan mengrtahuinya penyakit itu datang??. Kita bisa melakukan langkah awal yaitu melakukan "Pap Smear". 

Apa Itu "PAP SMEAR"

Pap smear adalah sejenis ujian untuk mengesan ada atau tidak ketumbuhan kanser pangkal rahim.Tetapi ujian ini tidak mengesahkan sama ada seseorang itu menghidap penyakit kanser tersebut.Ia hanyalah sebagai ujian screening atau penapis.Ujian ini berdasarkan di atas pemeriksaan sel-sel yang diambil contohya dari pangkal rahim.Jika Pap Smear itu negatif,ini adalah berita baik.Tetapi jika keputusan abnormal atau luar biasa,beberapa ujian lain seperti biopsy of cervix perlu dilakukan untuk mengesahkan ada atau tidaknya kanser pangkal rahim.Biopsy adalah pengambilan secebis tisu yang disyaki kanser dari pangkal rahim dan kemudian dikaji sel-selnya dengan inikroskop oleh pakar kaji tisu (histo-pathologist).




Apabila kita (wanita) sudah melakukan uji pap smear dengan hasil negatif, kita cukup mengulang dan melakukanya tiga tahun sekali. Namun alangkah baiknya bisa melakukanya secra rutin yaitu satu tahun sekali ya.

Pap Smear wajib dilakukan untuk perempuan yang sudah melakukan hubungan badan, dulu saya pernah mengantar ibu untuk cek pap smear saya berfikiran sudah macam-macam pasti ada pisau, jarum suntik atau alat medis lainya. Tapi pada kenyataanya itu semua hanya hayalan semata.
Dokter akan memasukkan sejenis alat besi(atau plastik)kecil yang dipanggil spekulum kedalam faraj dan membukanya dengan cermat bagi melihat serviks.Sejenis alat sudip (alat kayu yang tumpul) yang dipanggil spatula digunakan untuk mengikis dengan perlahan permukaan rahim untuk mengambil campuran sel dan cairan di bahagian pangkal rahim.
Spekulum dan saptula kemudian dikeluarkan dan ujian tersebut selesai.Campuran tersebut dilumuri atas sekeping slaid kaca dan dirawat khas supaya boleh diperiksa dengan mikroskop.


Jakarta, Kamis 2017 Bersama Rumah Sakit Mayapada" melakukan kegitan sharing dengan tema "Mengenali Bahaya Kanker Serviks" bersama dr. Yuslam Fidianto, Sp.OG.  Kanker Serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang mulut rahim, pintu masuk dari vagina menuju rahim. 





Human papillomavirus (HPV) atau Kutil kelamin adalah

Kutil yang berkembang di bagain kelamin disebabkan oleh HPV, salah satunya penyakit yang mudah menular dan dianggap jenis penyakit menular seksual yang paling serius. Jika tidak diobati, beberapa bentuk HPV dapat memicu kanker rahim, vulva, vagina atau penis. Kutil ini berwarna seperti daging atau kemerahan, tumbuh dan berkelompok di sekitar organ seksual. 

Bentuknya seperti kembang kol, baik kecil maupun besar. Biasanya terasa gatal dan bisa mengeluarkan darah jika digaruk. Seseorang dapat terkena HPV tanpa menunjukan gejala caries, saat ini banyak ditemukan pada daerah anus, baik wanita dan pria akibat penyimpanagn hubungan seksual lewat anal, merokok sering berganti pasangan seks, hamil dibawah usia 17 tahun. HPV ini dapat ditularkan kepada bayi saat melahirkan dan menyebabkan kerusakan pita suara pada anaknya.






Pada stadium awal, kanker serviks biasanya tidak menunjukan gejala, tapi kita harus tetap waspada dan mengenal pada organ tubuh kita yang biasa kadang normal atau tidak. Dan gejala kanker serviks pada umumnya adalah :
  • Pendarahan abnormal (pendarahan paska senggama, pendarahan diluar waktu haid, pendarhan setelah menopause)
  • Keluarnya cairan kekuningan atau keputihan yang terus-menerus dan berbau(walau kadang ditemukan keputihan yang tidak berbau)
  • Nyeri panggul yang tidakberkaitan dengan siklus haid serta gangguan BAK (nyeri,sering)
Untuk menurunkan resiko terkena penyakit mematikan ini, inilah saran untuk tindakan pencegahan. "Lakukan hubungan seks yang aman, yakni degan tidak berganti-ganti pasangan. perlu melakukan vaksinasi,". Vaksin kanker serviks biasanya diberikan sebanyak 3 tahap dan kini sudah tersedia di beberapa rumah sakit si Indonesia, salah satunya di Rumah Sakit Mayapada Hospital Jakarta selatan.

Komentar

  1. Aaya juga blm pernah tes,krn membayangkan tesnya takut, ternyata seperti itu ya...jadi mengerti dan ga takut lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk kita mulai tes, dan jangan takut lagi

      Hapus
  2. Penting banget ya buat kita para wanita yang sudah menikah dan sudah melakukan hubungan seksual dengan mengecek organ vital kita dengan pap smear

    BalasHapus
  3. Penting banget nya melakukan pap smears tapi takut juga sih kalau dibayangin

    BalasHapus
  4. ngeri kalau ketahuannya udah stadium lanjut, karena gejala awalnya emang susah dideteksi. papsmear yuk ah

    BalasHapus
  5. Bagi yang mempunyai saudara wanita atau punya anak perempuan yang sudah meningkat remaja, sudah saatnya melakukan papsmear dan mengantisipasi datangnya sang kanker serviks dengan Vaksin HPV.

    BalasHapus
  6. Iya juga sih tapi kalo liat alat pap smear agak ngeri juga padahal mungkin praktiknya sengeri yang kita bayangkan. 😱

    BalasHapus
  7. Biasanya sih yg dirasakan oleh perempuan yg mo.papsmear itu takut menjalani testnya sekaligus takut dg hasilnya. Akhirnya ya gak.jadi test.

    BalasHapus
  8. Duuuhhh ngeri euy... Jadi pengen pap smear nih...

    BalasHapus
  9. Duuuhhh jadi ngeri ya... Kudu cepet cepet pap smear nih...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayangi Anak Dengan Makanan Bergizi Seimbang, Untuk Mencegah stunting dan Gizi Buruk

Mendadak Belajar Bahasa Jawa, Di Kedai Bakso daerah Tebet