Mencegah Obesitas, Perhatikan Pola Makan Saat Pergi Liburan

Saya dan suami gemar sekali berpergian mgenggunakan sepeda motor, dan beberapsa minggu lalu kami memutuskan untuk touring ke daerah bandung bersama teman kantor suami. Berangkat jam 10 malam dan sampai di Subang (sariater) jam 3 pagi dini hari, selama perjalanan udara yang dingin seperti menusuk sampai ke tulang. Sesampainya di penginapan memutuskan membuat mie instan dengan telur yang pastinya tanpa ada sayuran, untuk sarapan pagi kita ambil catering dengan menu nasi kuning, balado telur, orek tempe dan sambal disini juga tidak ada sayuran kembali.

Siang harinya kami memutuskan untuk mencari hiburan dan kebetulan lokasi menginap kami dekat dengan gunung tangkuban perahu. Udara yang dingin membuat saya ingin terus ngemil, cemilan yang dimakan ya paling jajanan sekitar tempat wisata seperti batagor, cilok, gorengan dan aneka minuman ringan.



Berasa nggak sih kalo selama liburan kita makan ya itu apa yang kita temukan dijalan, sukur-sukur  bisa makan di restoran bisa ketemu sayur. Tapi kalo kondisinya kaya liburan saya gimana jauh dari yang namanya sayuran, dan pola mkan seperti itu yang hanya ketemu karbohidrat, protein ternyata bisa menyebabkan gangguan pada tubuh, dan salah satunya adalah Obesitas.

Saat kita bepergian memang agak kesulitan untuk mencari rumah makan/ makanan, namun kita dapat menyiasatinya dengan membawa sayuran atau bahan makanan lainya dari rumah untuk diolah/dimasak di lokasi liburan misalnya (villa, perkemahan).
Jika hal itu tidak memungkinkan cukup kita bekal buah-buahan yang langsung komsumsi misalnya buah pisang, apel, pir, jeruk dan jangan lupa minum air putih ya itu sangat penting.

Saat mengolah makanan juga perlu diperhatikan, proses mencuci sayuran meraciknya hingga matang. Banyak kesalahan saat kita menggoreng, jangan pernah memanaskan minyak goreng terlalu panas (hingga mengerluarkan asap dari minyak goreng) karna itu sangat berbahaya. Kok bisa?..

Penggunaan minyak goreng berulang kali pada suhu tinggi akan mengakibatkan hidrolis lemak menjadi asam lemak bebas yang mudah teroksidasi, sehingga minyak menjadi tengik dan membentuk asam lemak trans yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol yang berujung pada penyakit tekanan darah tinggi dan jantung serta membentuk akrolein yaitu suatau senyawa yang menimbulkan rasa gatal pada tengorokan dan batuk. Yang paling berbahaya minyak ini dapat menimbukan kanker karna bersifat karsinogen.

Berasa nggak tuh kalo kita suka makan pecel ayam dan lele yang suka dijual pinggir jalan, memang enak sih tapi menimbun banyak penyakit dari minyak untuk menggoreng sudah warnanya hitam haduh takut deh... ah.



Dampak Obesitas.

A. Dampak Metabolik.
Lingkaran perut pada ukuran tertentu (pria>90 cm dan wanita.80cm) akan berdampak pada peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol HDL, serta meningkatkan tekanan darah keadaan ini disebut dengan "Sindroma Metabolok"


B. Dampak Penyakit Lain.
  • Perburukan asma
  • Osteoartritis lutut dan panggul ( berhubungan dengan mekanik)
  • Pembentukan batu empedu
  • Sleep apnoea (henti nafas saat tidur)
  • Low back pain (nyeri pinggang).


 Tips Pencegahan Obesitas

  1. Aneka ragam pangan, cukup sayuran hijau dan buah berwarna.
  2. Tidak merokok dan minum minuman beralkohol
  3. Tingkatkan komsumsi karbohidrat kompleks dan batasi komsumsi karbohidrat sederhana (gula)
  4. Batasi komsumsi gorengan dan lemak trans (margarin)
  5. Jadwal makan teratur, porsi sedikit tapi lebih sering dengan pola makan pagi selingan, makan siang, selingan dan makan malam
  6. Biasakan makan dengan model piring T yaitu setengah piring makan berisi sayuran, setengah pring nasi dibagi lagi menjadi dua bagian, seperempat bagian berisi nasi dan seperempat bagian berisi lauk.
  7. Hindari konsumsi minuman ringan dan bersoda
  8. Batasi konsumsi jus buah
  9. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara baik, benar, teratur, terukur (BBTT)
  10. Berfikir positig dan mengenali emosi makan (jangan laper mata)
  11. Buat target terukur untuk aktivitas fisik
  12. Timbang berat badan dan ukur lingkar pinggang secara teratur.



Komentar

  1. Ntar ane ukur dulu, obesitas gak ya? . Kalau jalan jalan agak susah nyari makanan apalagi yang baru datang ke daerah

    BalasHapus
  2. Yuk kita ukur mpok... Bawa buah aje

    BalasHapus
  3. Kadang klo libur,saya malah kalap makan Mba Echi😀

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sayangi Anak Dengan Makanan Bergizi Seimbang, Untuk Mencegah stunting dan Gizi Buruk

Mendadak Belajar Bahasa Jawa, Di Kedai Bakso daerah Tebet